Cara Mudah Menulis Buku Fiksi Bagi Pemula

Menjadi seorang penulis awalnya terasa begitu sulit di capai. Bukan karena hambatan teknologi melainkan hambatan dari diri sendiri yang seringkali menemukan jalan buntu dalam proses penulisan karya. Padahal di era serba modern seperti ini banyak sekali aplikasi menulis untuk menuangkan ide-ide ataupun pemikiran-pemikiran yang bisa di susun menjadi sebuah karya tulis untuk di nikmati pembaca. Bahkan aplikasi menulis ini banyak di gunakan para penulis pemula dalam mempublikasikan karya yang ia tulis. Namun, seringkali dalam prosesnya para penulis pemula menemukan kesulitan dalam mengolah ide untuk di jadikan karya tulis. Padahal sebenarnya pemikiran kitalah yang menghambat proses menulis. Dalam sebuah proses penulisan memang ada tips dan trik yang bisa di terapkan para penulis pemula dalam menghadapi berbagai macam kesulitan khususnya dalam proses pembuatan karya tulis. Berikut adalah beberapa tips yang bisa di aplikasikan penulis pemula dalam menghadapi kesulitan pada saat menulis:

1. Menentukan Tema

Pada saat menulis sebuah karya fiksi maupun non-fiksi tentu saja di awali dengan menentukan tema yang akan menjadi pondasi dasar pada saat menulis sebuah karya tulis. Pilih tema yang benar-benar ingin kita tuliskan agar menulis menjadi lebih mudah dan terarah.

2. Menentukan Karakter

Setelah menentukan tema, selanjutnya adalah menentukan karakter penokohan. Karakter inilah yang akan berasimilasi dengan tema dalam membentuk tokoh cerita. Menentukan karakter tidak perlu di persulit, pakai karakter yang ada di sekeliling kita dan tambahkan ke unikan karakter tersebut di sesuaikan dengan cerita yang akan di sampaikan.

3. Menentukan Alur Cerita

Alur cerita atau jalan cerita di perlukan dalam menulis fiksi sebagai rangka dalam menentukan jalan cerita dari awal sampai dengan akhir. Bagaimana cerita akan terbentuk di atur dalam alur cerita. Tema dan karakter akan masuk menjadi kesatuan utuh gang akan di atur oleh alur cerita sebagai pembentuk keseluruhan cerita. Dalam menentukan alur penulis pemula bisa menggunakan alur maju, sehingga proses penceritaan akan lebih mudah di tuliskan.

4. Menentukan setting (tempat dan waktu)

Setting di gunakan untuk menyempurnakan alur cerita dan juga memperkuat jalan cerita yang di tulis. Dalam menentukan setting penulis bisa menggunakan tempat secara nyata maupun hanya imajiner penulis. Ketika memilih setting nyata di sarankan penulis sudah melakukan riset tentang daerah tersebut. Hal tersebut untuk memperkuat isi cerita sehingga cerita yang di sampaikan penulis juga mampu tersampaikan dengan baik kepada pembaca. Jika penulis memilih tempat imajiner, penulis harus mampu menjelaskan tempat tersebut dengan detail agar pembaca pun mampu memahami tempat yang di pilih sebagai setting seperti tempat yang pernah pembaca kunjungi maupun tempat yang familiar. Sehingga tidak terkesan tempat tersebut mengada-ada kecuali dalam genre science fiction.

Di atas adalah hal-hal yang bisa diterapkan penulis untuk mempermudah proses penulisan karya fiksi agar tidak mengalami writer’s block. Semoga bermanfaat. (Made)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *