Mengurai Kebingungan Buku untuk Pelaksanaan Pengajaran (KBM)

Cara mudah memahami perbedaan Buku Ajar dan Modul pembelajaran

Maka timbulah pertanyaan: kenapa buku pegangan Kegitan Belajar Mengajar (KBM) /ajar nilainya lebih tinggi dibandingkan dengan  modul? Pertanyaan ini mungkin agak membngungkan bagi saya (penulis) dan bagi anda (pembaca). Yang jelas, pada kasus ini saya mendapatkan ketikdaksinkronan terminology buku dan dua pedoman yang tadi disebutkan.

Buku pegangan Kegitan Belajar Mengajar (KBM) atau buku ajar dan modul memiliki kesamaan, yaitu sama-sama bahan ajar/pengajaran tapi fungsinya berbeda. Buku ajar atau KBM digunakan ketika kuliah berlangsung atau tatap muka, sedangakan modul sebagai acuhanya, dan dilkukan secara mandiri, dan didalamnya meliputi target pembelajaran yang akan diacapai.

Tepatnya modul digunakan dalam pembelajaran jarak jauh seperti yang dilakukan Universitas Terbuka. Pelengkap dari modul adalah tutorial, baik tutorial dalam bentuk audi o maupun audio-video.

Secara kapasitas materi dan penyajian, baik buku yang dijadikan pegangan KBM ataupun modul tidak ada bedanya. Jadi, tingkat kesulitannya pun sama. Maka dari itu, buku ajar dan modul sama-sama diakui sebagai buku yang ber-ISBN. Jika pun mau dibuat pembeda angka kredit, semestinya tidak terlalu jauh antara buku ajar dan modul.

Hal ini sangat berbeda dengan diktat yang disusun dosen dengan penyajian anatomi berbeda dari buku. Diktat tidak dapat didaftarkan ISBN karena tidak diterbitkan secara resmi dan bukan termasuk buku. Walaupun demikian, sebuah diktat dapat dikonversi menjadi buku ajar dengan memenuhi syarat anatomi buku serta standar, kaidah, dan kode etik penulisan buku.

Pedoman Publikasi Ilmiah Dikti 2017 telah merumuskan terminologi antara buku ajar dan modul. Berikut penjelesanya.

Definisi 1 Buku Ajar (Pedoman Publikasi Ilmiah Dikti 2017):

Buku yang diajdikan sebagai pegangan Kegitan Belajar Mengajar (KBM) atau buku ajar adalah sistem manual yang dilakukan oleh dosen terhadap mahasiswanya, sebagai upaya untuk memudahkan. Buku ajar dibuat dengan bahasa yang mudah dimengeti oleh mahasiswa dengan banyak ilustrasi untuk memperjelas konsep, biasanya tersedia soal latihan dan penugasan.

Pada umumnya buku ajar atau buku pegengan matakuliah berbentuk (manual), seiring dengan perkembangan zaman dan majunya teknologi, buku ada yang berbentuk books ada yang berbentuk eb-book dalam format PDF, sistem tutor daring, dan bahkan kuliah lewat video. Buku ajar ditulis dan disusun oleh pakar di bidangnya dan memenuhi kaidah buku teks serta diterbitkan secara resmi dan disebarluaskan.

Definisi 2 Modul (Pedoman Publikasi Ilmiah Dikti 2017):

Modul merupakan bagian dari Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan menajdi bahan atau acuan ketiak KBM berlangsung. Modul ditulis oleh dosen untuk menjadi bahan ajar saat matakuliah berlangsung, dan mahasiswa mengikutinya. Modul sifatnya lebih ringkas dibandingkan buku, begitupun dengan aturan tulisanya, dan secara tampilan tidak professional. Sebab, modul tidak diterbitkan oleh penerbit buku, melainkan penulis atau penerbit kampus dan tidak melalui proses penyuntingan.

Definisi buku ajar atu yang disebut dengan buku “KBM” bisa diterima, tapi definisi modul tidak sesuai dengan realita dilapangan yang  sebenarnya. Menurut saya (penulis), definisi modul dalam pedoman ini malah lebih tepat ditujukan pada diktat.

Adanya statemin bahwa modul itu disusun lebih ringkas dan secara tampilan tidak profesional dikarenakan tidak diterbitkan oleh penerbit buku, maka sebtulnya hal ini amatlah aneh. Apalagi, disebutkan tanpa proses penyuntingan. Bagaimana boleh sebuah bahan ajar digunakan tanpa penyuntingan?

Jelas hal ini bertentangan dengan apa yang sudah diterbitkan UT melalui lembaga penerbitan bernama P2M2 UT (Pusat Pengembangan Multimedia) berupa buku modul.

Jika seperti itu definisinya, kenapa modul digolongkan sebagai buku di dalam pedoman tersebut? Dan hal ini, menjadi pertanyaan sebagaimana yang ada daam draf PP Nomor 75/2019.

Jika penulis ditanya, apakah modul termasuk buku atau bukan? maka penulis menjawab “Modul adalah buku yang digunakan  secara khusus pada pembelajaran jarak jauh, dan disebut dengan bahan ajar mandiri, dengan kata lain yaitu keterlibatan dosen dan mahasiswa.

 

Daftar Pustaka

  1. http://lldikti12.ristekdikti.go.id/wp-content/uploads/2019/03/PO-PAK-2019_MULAI-BERLAKU-APRIL-2019.pdf
  2. https://lldikti6.id/wp-content/uploads/2020/01/SE-Pedoman-Operasional-ttg-PAK-Keniakan-jabatan-tahun-2019.pdf
  3. https://nazroel.id/2020/07/01/12-perubahan-pedoman-operasional-penilaian-angka-kredit-kenaikan-jabatan-akademik-pangkat-dosen-2019/

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *