Tips Menulis, Ciptapublishing

Menulis Itu Mudah, Bagaimana Caranya?

Kamu suka menulis? Atau ingin belajar menulis?

Mungkin masih banyak orang yang mengatakan bahwa menulis itu adalah perkara yang tidak mudah. Ia harus memaksakan kepalanya untuk menuangkan gagasan, ide dalam bentuk tulisan. Mengetik lalu menghapus lagi, tetiba paragraf berhenti karna kehabisan ide atau imajinasi. Rasa malas yang datang melanda. Bosan dan menggangap tulisannya tidak layak sebelum ia rampungkan dan sebagainya. Hal ini sudah menjadi rahasia umum para penulis, baik ia penulis fiksi maupun nonfiksi.  

Untuk apa menulis? Mungkin pertanyaan ini masih menjadi kebingungan atau hal yang tidak penting oleh sebagian orang. Padahal, dalam keseharian kita, kita tidak akan lepas dari tulisan. Setiap kita bangun tidur, kita tidak pernah absen untuk melihat status WhatsApp atau Instagram teman-teman kita. Membaca caption singkat yang mereka buat yang menggambarkan suasana hati mereka, baik yang sedang senang karna mendapat kejuatan dari pacar atau ia yang sedang sedih karna barus aja ditinggal. Setiap kejadian dalam kehidupan kita terekam dalam tulisan- tulisan sederhana tersebut.

Bagaimana jika caption singkat itu kita kembangkan? Apakah bisa menjadi tulisan yang lebih berkualitas? Tentu bisa! Seorang dosen muda Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember, Zahratul Umniyyah pernah berkata ketika memberi materi pada kelas Kajian Prosa. “Daripada kalian menulis penggalan puisi di status WhatsApp, mengapa tidak disimpan saja untuk bekal menulis yang lebih serius? Status WhatsApp bersifat sementara, ia bersifat publik sehingga orang lain akan mudah ‘nyomot’ tulisan berharga kalian itu. Ketika kalian dapat menulis 5 baris puisi dalam sehari, jadikanlah puisi tersebut menjadi 5 bait dalam seminggu, teruslah membuat 5 baris itu setiap hari maka penggalan-penggalan puisi itu dapat menjelma jadi sebuah buku kebanggaanmu.”

Setiap permasalahan pastilah mendapat solusi. Dibalik kesulitan pasti akan ada kemudahan. Lalu, apa saja solusi agar menulis yang tadinya sulit menjadi mudah? Berikut tipsnya.

1. Jangan sekadar hobi, tetapi jadikan kebutuhan

Sebagai langkah pertama, tanamkan dalam hati kita bahwa kita butuh menulis. Menjadikan menulis sebagai hobi akan mengakibatkan seorang akan menulis pada saat mereka senggang saja, karna hobi tidak mengikatkan seseorang pada tanggung jawab. Sedangkan kebutuhan, sangat erat kaitannya dengan tanggung jawab. Sama halnya ketika orangtua harus bekerja untuk membelikan bayinya susu, seorang yang harus menyelesaikan pekerjaan kantor agar mendapat gaji dan lain sebagainya.

Sebenarnya, sekadar hobi menulis bukanlah kesalahan. Namun, menulis juga dapat menjadi alternatif profesi, dalam artian penulis bisa menafkahi hidupnya melalui ketikan tangannya tersebut. Barangkali muncul pertanyaan, apakah profesi menulis dapat menghidupi dengan layak? Hal itu tergantung dengan kerja keras masing-masing individu. Faktanya, banyak sekali penulis novel best seller yang sukses sebab bukunya laris di pasaran, seperti Habiburrahman Al-Shirazy. Penulis naskah yang sukses seperti Joko Anwar atau Ernest Prakasa. Biasanya, ketika orang sudah dikenal dari tulisannya, mereka akn sering mendapat undangan untuk mengisi acara seminar-seminar. Tentunya dari acara tersebut setidaknya penulis mendapat dua keuntungan yakni ‘nama’ dan fee. Semakin terkenal ia, tidak menutup kemungkinan akan lebih banyak undangan yang datang padanya.

Barangkali, contoh di atas terlalu hebat untuk diketengahkan. Baiklah, sekarang sebagai gambaran saja, ketika orang menulis (4-5 halaman) dan dimuat di media lokal, biasanya mendapat honor dari 100 hingga 300 ribu. Untuk media nasional sekitar Rp.300-Rp 1 juta. Cukup lumayan bukan. Apalagi bagi penulis yang mau menulis buku. Hasilnya, tentu akan lebih baik lagi. Jadi bagaimana? Siap untuk menulis?

2. Memperbanyak literatur bacaan

Sudah menjadi hukum alam, ketika seseorang ingin menjadi seorang penulis yang andal ia harus memperbanyak literatur bacaannya. Bagi seorang penulis, buku bagaikan air minum dan menulis adalah nasi. ketika seseorang hanya memakan nasi tanpa meminum air, ia akan tersedak atau dehidrasi. Ketika seseorang hanya minum air tanpa makan nasi, itu juga akan membuat badan lemas karna tidak menghasilkan tenaga. Sama halnya dengan menulis tanpa membaca, ketika dia menemukan jalan buntu maka solusinya adalah membaca. Begitu juga dengan membaca tanpa menulis, maka apa yang tertimbun dalam otaknya hanya akan menjadi perpustakaan yang terbakar.

Helvy Tiana Rosa dalam e-book Kumpulan Tips Menulis oleh Yons Ahmad, memberi saran membaca yang baik. Pendiri komunitas penulis Forum Lingkar
Pena (FLP) itu menyarankan untuk seseorang membaca 3 jenis buku dalam sebulan, tentang keagamaan, tentang hobi atau minat kajian yang diminati, dan tentang buku yang terkait latar belakang pendidikan seseorang. Dengan pengaturan seperti itu, pikiran kita akan lebih fokus, ide-ide bermunculan sehingga aktivitas menulis terus berkembang.

3. Menulis dengan tulus

Sesuatu yang berasal dari hati akan sampai pada hati. Begitu juga dengan menulis, ketika kita menyertakan hati dan pikiran kita sepenuhnya, maka akan semakin mudah kita untuk menuangkan ide dan gagasan. Begitu juga ketika kita ingin mengkritik karya orang lain, sebaiknya dilakukan dengan kritikan yang sopan dan membangun. Karna tidak sedikit seseorang yang mengomentari suatu karya dengan pedas namun kritikannya tidak membangun dan memberikan solusi. Ada baiknya jika sesama penulis saling mendukung dan memberi semangat karna itu menjadi suplemen jitu bagi masing-masing penulis.

4. Mulailah dengan hidupmu

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita akan menemukan banyak kejadian. Baik yang menyenangkan, menyedihkan, dan tak jarang menemukan hal yang unik dan menarik. Seringkali, kita dibingungkan dengan pertanyaan akan menulis apa, padahal alam sekitar kita telah menyediakan berbagai kejadian menarik tersebut dapat kita sulap menjadi sebuah tulisan. Kejadian itu menjadi insprirasi tersendiri bagi kita bukan? Mulailah dengan menulis apa yang ada di sekitar kita. Mengutip pernyataan Yons Ahmad, kunci menulis adalah “jangan pikirkan apa yang akan Anda tulis, tapi tulislah apa yang ada di pikiran Anda.”

Konsultasikan kebutuhan anda bersama Ciptapublishing, Kami siap membantu anda sepenuh hati.

Artikel Lainnya

www.ciptapublishing.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *