Perbedaan Skripsi tesis dan Desertasi

Penting bagi Mahasiswa dan Dosen, Ini Beberapa Perbedaan Hasil penelitian dalam bentuk Skripsi, Tesis dan Desertasi

Bagi kalangan akdemisi perguruan tinggi, baik Dosen ataupun mahasiswa pasti tidak asing lagi dengan tiga karya ilmiah diatas (Skripsi. Thesis dan Desertasi). Ketiganya merupakan karya ilmiah yang dihasilkan melalui penelitian proses penelitian dan menjadi prasyarat akhir mahasiswa tingkat akhir untuk bisa lulus dan mendapatkan gelar di perguruan tinggi. Skripsi menjadi prasyarat mahasiswa Sarjana (Strata 1), Tesis untuk mahasiswa magister (Strata 2), sedangkan Desertasi menjadi prasyarat bagi mahasiswa tingkat doktoral (Strata 3).

Dari penjelasan diatas, dapat ditarik difinisi umum mengenai Disertasi, Tesis dan Skripsi adalah naskah tertulis yang menjadikan bukti dari tugas akhir bahwa mahasiswa sudah merampungkan studi di pendidikan tinggi. Ketiga karya ilmiah tersebut kita uraiakan secara rinci dalam point berikut:

  1. Pengertian Skripsi

Skripsi suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa tingkat akhir sarjana S1. Skripsi membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu sesuai dengan disiplin ilmu (Jurusan) penulis di perguruan tinggi. Skirpsi ditulis dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.

Skripsi menjadi karya ilmiah yang wajib ditulis oleh mahasiswa tingkat akhir untuk mendapatkan gelar Sarjana di perguruan tinggi. Artinya skripsi adalah sebuah kewajiban sekaligus syarat bagi mahasiswa yang bersangkutan untuk bisa dinyatakan lulus dari jenjang Sarjana. Skripsi kemudian memiliki sejumlah karakteristik khas bahwa skripsi termasuk ke dalam jenis karya tulis ilmiah sehingga memerlukan metode ilmiah dalam penelitiannya.  Hasil penelitian kemudian dikaji berdasarkan fenomena yang terjadi di tengah masyarakat dan juga relevan dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya. Penyusunan skripsi biasanya ditujukan untuk memecahkan masalah keilmuan yang sesuai dengan program studi yang diambil oleh mahasiswa. Karena itu, skripsi harus ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar supaya hasil dari penelitiannya bisa dimengerti oleh pembaca.

Ciri Penulisan Skirpsi Biasanya sebagai berikut;

Dosen pembimbing minimal S2

Permasalahan yang diangkat biasanya empiris, pengalaman, fenomena yang ada disekitar.

Kemandirian penulis skripsi 60% pada mahasiswa, sedangkan peran atau bantuan pembimbing 40% termasuk revisi, menambahi dsb.

Untuk bobot ilmiahnya skripsi pada kisaran rendah menuju sedang, tapi usahakan untuk menghindari bobot rendah.

Jumlah variabel penelitian skripsi ada satu hingga dua.

Hipotesis yang diuji bisa satu.

Untuk model analisisnya dari rendah ke sedang, menggunakan analisis yang populer.

Rumusan masalah boleh satu.

  1. Pengertian Tesis

Tesis adalah tugas akhir jenjang magister (S2). Sedikit berbeda dengan skripsi, Tesis merupakan karya ilmiah dalam bentuk pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen-argumen untuk dikemukakan. Karya tulis di jenjang Magister ini ditulis secara individual yang kemudian didasarkan pada hasil penelitian empiris untuk dijadikan bahan kajian akademis.

Thesis juga merupakan hasil dari studi yang sistematis atas masalah, tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Karya tulis ilmiah satu ini juga dianggap sebagai sebuah bukti yang menggambarkan tingkat kemampuan mahasiswa di suatu bidang keilmuan. Ketika isi dari karya ilmiah ini bagus dan sesuai dengan kaidah, maka semakin bagus pula pemahaman penyusunnya di bidang ilmu yang dipelajari.

Ciri Penulisan tesis Biasanya sebagai berikut;

Dosen pembimbing minimal doktor (S3) bisa juga Profesor.

Permasalahan harus mendalam.

Kemandirian penulis tesis sebesar 80% sehingga mahasiswa dituntut untuk rajin membaca, kreatif dan kerja keras.

Bobot ilmiah sedang hingga tinggi tergantung kemampuan mahasiswa.

Variabel penelitianya bisa 3 bisa 4.

Hipotesisnya bisa 2.

Model analisisnya sedang ke tinggi.

Rumusan masalah lebih dari dua.

 

  1. Pengertian Disertasi

Sedangkan untuk pengertian disertasi adalah tugas akhir berbentuk karya tulis ilmiah yang wajib disusun oleh mahasiswa tingkat akhir di jenjang S3. Kerena itu, Desertasi menjadi produk tertinggi dari sistem akademik jenjang doktoral yang berupa karya tulis ilmiah yang resmi. Disertasi menjadi bukti dari kapabilitas seorang mahasiswa dalam melaksanakan sebuah penelitian yang berkaitan dengan penemuan baru. Tentu dalam penemuannya harus merupakan ilmu yang disukai dan dipilih oleh seorang mahasiswa S3.

Ciri Penulisan Desertasi Biasanya sebagai berikut;

Dosen pembimbing minimal Profesor atau doktor yang telah senior.

Permasalahan selain harus mendalam tapi juga berdasar atau berangkat dari teori, karena nantinya hasil kesimpulan dari disertasi bisa mendukung teori atau menolak teori yang telah ada, bisa juga melahirkan teori baru (menambah khasanah).

Kemandirian penulis disertasi adalah 90% lebih, jadi hampir semuanya dipegang oleh mahasiswa S3. Sedangkan peran dosen hanya menambahi atau mengurangi sedikit.

Bobot ilmiahnya harus tinggi, karena akan menguji teori, melahirkan teori atau menyanggah teori lama.

Variabel penelitianya lebih dari 4.

Uji hipotesisnya bisa lebih dari 2.

Model analisisnya harus tinggi.

Rumusan masalah lebih banyak dari tesis.

 

Demikian artikel singkat soal perbedaan penyususnan karya ilmiah Skirpsi, Tesis dan Desertasi.

Semoga bermanfaat.

(Admin)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *