Jurnal Terindeks Scopus

Tips Jurnal Terindeks Scopus

Jika Anda seorang dosen atau mahasiswa pascasarjana, tentunya Anda memiliki tuntutan untuk menulis jurnal ilmiah sebagai salah satu persyaratan kenaikan pangkat atau syarat beasiswa yang sedang Anda tempuh. Seperti yang kita ketahui, membuat artikel bukanlah hal yang mudah, apalagi ‘prosuk wajib akademisi’ tersebut terindeks jurnal internasional, adalah satunya Scopus. Banyak tahapan yang harus dilalui, dari proses penelitian, revisi hingga berhasil dipublikasi. Banyak juga artikel yang gagal masuk seleksi sebelum sempat direview.

Namun, hal itu bukanlah menjadi hambatan. Banyak sekali tips dan trik agar artikel Anda dapat terindeks Scopus dari para peneliti yang telah berpengalaman. Berikut adalah tips dan trik agar jurnal terindeks Scopus dari berbagai sumber. 

1. Mengikuti Konferensi dengan Luaran Publikasi di Jurnal Terindeks Scopus

Jika paper Anda sering gagal seleksi, mengikuti konferensi dan mengirim paper pada luaran publikasi jurnal terindeks Scopus menjadi salah satu alternatif yang mudah. Penyelenggara konferensi biasanya menyediakan kuota penerimaan paper yang lebih banyak sehingga peluang lolos juga lebih besar. Konferensi juga mempunyai tangal deadline pengumpulan paper dan biasanya dalam waktu satu tahun paper sudah dapat dipublikasi.  Selain itu, sebagian besar reviewer konferensi akan menyelesaikan proses review dengan cepat karena terbatas oleh deadline yang ditentukan oleh penyelenggara konferensi. Kedua hal tersebut bisa menjadi salah satu jalan mudah untuk lolos ke Jurnal Scopus.

2. Ketahui Pangsa Pasar

Sebelum menulis, Anda harus dapat membaca pasar. Maksudnya, carilah objek penelitian yang sedang menjadi tren dan paling banyak dicari. Tentukan sasaran tulisan Anda, hal ini menjadi penting untuk jam terbang jurnal Anda yang lebih cepat.

3. Minimal Referensi 20 Artikel

Memilih referensi merupakan salah satu hal penting sebelum kita menulis sebuah paper, semakin banyak referensi maka akan memberi pengaruh baik bagi kualitas tulisan kita. Selain itu, jumlah referensi biasanya sangat diperhitungkan oleh sebagian besar jurnal terkenal dan populer di kalangan akademisi.

Salah satu kunci agar tulisan kita dapat lolos, seringlah membaca jurnal Indonesia yang telah terindeks Scopus sebagai bahan acuan menulis Anda. Berikut jurnal Indonesia yang telah terindeks Scopus

(Sumber: Panduan Akses Jurnal Internasional Terindeks DOAJ, SCOPUS, & THOMSON/Yoris Adi Maretta/2017)

4. Manuskrip yang Baik

Ada dua poin penting dalam pembuatan manuskrip yang baik, yakni conten and presentation. Buatlah konten yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat umum dengan penjelasan yang sederhana, menarik dan mudah dipahami pembaca. Sedangkan pada presentation, buatlah penjelasan yang singkat, padat dan jelas. Hindari pembuatan materi presentasi dengan kalimat bertele-tele, peyampaiannya harus dapat diterima akal sehat, bahkan background dan font yang sulit dibaca karna hal tersebut menjadi penilaian tersendiri bagi reviewer.

5. Penulis Harus Lebih Dari 1 Orang

Mana yang lebih baik penelitian yang dikerjakan oleh satu orang dengan penelitian yang dikerjakan oleh beberapa orang atau tim? Tentunya akan lebih baik jika penelitian dikerjakan bersama untuk menghasilkan karya yang lebih baik. Adanya tim juga akan membuka ruang diskusi dan saling memberi masukan dan saran terhadap karya yang sedang dikerjakan. Jika perlu, undang orang yang telah memiliki publikasi di Scopus menjadi bagian dari tim Anda. Hal itu menjadi penilaian khusus bagi editor jurnal untuk kelulusan jurnal Anda.

6. Plagiarisme Maksimal 15%

Untuk mengetahui prosentase plagiasi tulisan, gunakan software plagiasi yang dapat kita gunakan baik itu yang berbayar seperti Turnitin maupun yang gratis seperti Plagramme. Saat ini jurnal internasional dengan rangking teratas di Scopus mengharuskan artikel yang dikirimkan memiliki plagiarisme indeks maksimal 15%, ranking terendah Scopus berkisar sekitar 20%.

Kendati terdapat toleransi masalah plagiasi, sebaiknya kita menghindari plagiarisme sebab sebaik apapun karya yang dihasilkan dengan cara menyalin dan menempel karya orang lain, tentunya tak akan mendapat apresiasi yang baik dari khalayak umum.

7. Jangan Submit Paper di ‘Predatory Journal’

Sebelum memasukkan paper Anda ke jurnal, pastikan website yang Anda kunjungi adalah website resmi yang kredibiltasnya meyakinkan. Hal ini untuk menghindari jebakan dari website jurnal yang tidak jelas asal-usulnya (predatory journal). Biasanya, predatory journal akan mengirimi Anda email dengan berbagai tawaran menarik agar paper Anda disubmit di tempat mereka.  

8. Sering Berlatih

Ketika seseorang ingin menguasai sesuatu, sering berlatih adalah persyaratan mutlak yang harus dilalui. Kemampuan menulis bukanlah bakat semata melainkan adalah skill yang harus terus diasah. Semakin banyak Anda berlatih dan membaca, maka kemampuan menulis Anda juga akan semakin meningkat.

Selain itu, ketekunan dan kesabaran harus selalu mengiri langkah Anda. Tidak ada kata ‘bosan’ atau Anda akan tergilas dengan yang lainnya. Seperti yang kita ketahui, seleksi jurnal di Scopus bukanlah hal yang mudah dan sebentar, maka dari itu janganlah menyerah sebelum Anda mendapatkan keinginan Anda.

Salah satu cara agar Anda terbiasa menulis adalah buatlah tulisan yang menurut Anda mudah terlebih dahulu, cara tersebut akan menjadikan Anda tidak terbebani untuk kali pertama. Setelah membuat tulisan mudah, naikkan levelnya untuk mengukur seberapa kemampuan Anda. Jika terus ditekuni, kemungkinan besar tulisan Anda akan diterima oleh jurnal yang bereputasi. Teguhkan diri Anda untuk tidak mudah menyerah!

9. Buatlah Reviewer Tertarik pada Tulisan Anda

Menulis jurnal berindeks Scopus merupakan sebuah kompetisi dan didambakan oleh jutaan akademisi, salah satu kunci untuk emncapai tujuan tersebut adalah memberikan ketertarikan reviewer pada karya Anda. Membuat pembaca tertarik oleh tulisan Anda adalah hal penting. Namun, membuat reviewer tertarik akan jauh lebih penting karna yang akan benar-benar menelaah tulisan Anda tak lain adalah reviewer.

10. Check, Recheck and Crosscheck

Jangan pernah bosan untuk mengoreksi ulang tulisan Anda. Jika perlu, diskusikan terlebih dahulu dengan rekan-rekan Anda untuk mendapatkan masukan dan saran. Akan lebih baik, jika Anda berdiskusi dengan orang yang berpengalaman dan memiliki publikasi di Scopus atau jurnal internasional lainnya untuk mendapatkan pengarahan yang lebih baik.

Sumber

Sutikno, Tole. 2018. 5+Tips Menulis Jurnal Ilmiah Terindeks SCOPUS dan Bereputasi Internasional dari Tole Sutikno. muhamin.com. Link: https://muh-amin.com/5tips-menulis-jurnal-ilmiah-terindeks-scopus-dan-bereputasi-internasional-dari-tole-sutikno/

Wahyuni, Ida. 2020. Tips Jitu Lolos Jurnal Scopus. Indowhiz. Link: https://indowhiz.blogspot.com/2019/01/7-tips-jitu-lolos-jurnal-scopus.html

Konsultasikan kebutuhan anda bersama Ciptapublishing, Kami siap membantu anda sepenuh hati.

Artikel Lainnya

www.ciptapublishing.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *