Tulisan Anda Ditolak Jurnal, Apa Saja Faktornya?

Apakah Anda seorang dosen atau mahasiswa pascasarjana? Pasti Anda akan tidak asing dengan tugas membuat jurnal sebagai persyaratan kenaikan pangkat atau syarat kelulusan. Tentunya, tugas jurnal ini memiliki syarat dan ketentuan yang berbeda. Ada instansi yang mengharuskan dosen atau mahasiswa harus mengirim ke jurnal baik jurnal lokal maupun internasional, apalagi Anda berasal dari instansi bereputasi.

Mengirim tulisan agar terindeks jurnal nasional maupun internasional tentu bukanlah perkara mudah, banyak sekali jurnal yang tertolak karena berbagai faktor. Untuk menghindari kenyataan buruk tersebut, Anda juga harus tahu apa saja faktor yang menyebabkan tertolaknya tulisan Anda. Berikut beberapa faktor tulisan ditolak jurnal yang telah dirangkum dari berbagai sumber, antara lain.

1. Plagiarisme

Palgiarisme merupakan salah satu tindakan yang wajib Anda hindari. Meskipun masih ada tingkat toleransi plagiasi karya ilmiah, hal ini juga menjadi pertimbangan reviewer terhadap karya ilmiah Anda. Beberapa jurnal menetapkan kadar 30% bagi jurnal lokal, sedangkan jurnal internasional seperti Scopus, DOAJ, dan Thomson menentukan kadar plagiasi maksimal 15%.

2. Penulis Berasal dari Satu Negara

Salah satu alasan ditolaknya jurnal ilmiah ketika Anda daftarkan ke Scopus adalah penulis yang masih berasal dari lokal. Jika ingin terindeks di Scopus, carilah penulis dari berbagai negara. Scopus tidak menginginkan penulis jurnal dari satu negara saja.

3. Jurnal Sitasi Jurnal Masih Sedikit

Alasan yang kedua adalah jumlah sitasi. Scopus tidak mau menerima jurnal ilmiah yang jarang disitasi dan sedikit yang mensitasinya. Jumlah sitasi yang tinggi artinya h indeks nya juga naik. Intinya Scopus tidak mau menerima jurnal ilmiah dengan h indeks yang rendah.

4. Editor-in-Chief tidak memiliki publikasi yang terindeks di Scopus

Editor-in-Chief merupakan pengelola dari jurnal ilmiah. Sangat ironis jika jurnal ilmiah yang dikelolanya terindeks di alat pengindeks bereputasi internasional seperti Scopus namun Editor-in-Chief sendiri tidak memiliki artikel jurnal ilmiah yang terindeks di sana.

5. Anggota Editor Board tidak memiliki publikasi yang terindeks di Scopus

Tidak hanya Editor-in-Chief namun juga anggota Editor Board jurnal ilmiah wajib memiliki artikel ilmiah yang terindeks di Scopus agar jurnal ilmiah yang dikelolanya dapat diterima alat pengindeks bereputasi internasional ini.

6. Peer-Review Policy tidak jelas

Peer-Review Policy yang jelas menunjukkan adanya pengelolaan naskah artikel yang berkualitas pada jurnal ilmiah yang Anda kelola.

Konsultasikan kebutuhan anda bersama Ciptapublishing, Kami siap membantu anda sepenuh hati.

Artikel Lainnya

www.ciptapublishing.com

1 komentar untuk “Tulisan Anda Ditolak Jurnal, Apa Saja Faktornya?”

  1. Ping-kembali: Membuat E-Book Dengan Mudah! – CIPTA PUBLISHING

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *